Blog
Cara yang Baik dan Benar Membangun Septic Tank

Setiap rumah dan bangunan yang sehat tentu harus memiliki sistem sanitasi yang baik. Septic tank atau yang sering dikenal juga dengan sebutan septic tank jadi salah satu bagian yang tak terpisahkan dari sanitasi dirumah. Tempat ini adalah penampungan limbah domestik rumah tangga seperti tinja dan urine yang biasanya di buat di bawah tanah dengan kedalaman tertentu. Untuk itu, pembuatan septic tank harus sesuai standar agar pengolahan limbah bisa lebih efektif.
Pembuatan septic tank ini sendiri sebaiknya dilakukan oleh tenaga yang sudah berpengalaman karena ada standar khusus dalam pembuatannya. Lalu, apa saja syarat pembuatan septic tank yang harus Anda ketahui? Beberapa syarat dalam pembuatan septic tank atau tangki septic bisa Anda lihat di bawah ini :
1. Konstruksi Septic Tank
Pembuatan septic tank sudah ada standarnya. Seperti yang dilangsir dari detik.com, hal tersebut sudah ditetapkan oleh Badan Standarisasi Nasional dan diatur dalam Standar Nasional Indonesia (SNI) 2398:2017.
Septic tank harus dibangun kedap air dan memiliki lubang kontrol serta ada pipa udara. Selain itu, ada disertai juga dengan pipa keluar masuk untuk penyaluran limbah. Pada tangki septic tank juga harus dilengkapi dengan penampungan dan pengolahan limbah yang kecepatan alirannya lambat.
2. Bentuk dan Ukuran Septic Tank
Syarat Pembuatan Septic Tank adalah tentang bentuk dan ukurannya. Sesuai SNI, tangki dengan bentuk segi empat dibangun dengan perbandingan panjang dan lebarnya adalah 2:1 sampai dengan 3:1. Untuk lebar tangkinya minimal adalah 0,75 meter dan panjangnya minimal adalah 1,5 meter. Sementara untuk tinggi tangki adalah minimal 1,5 meter termasuk dengan ambang batasnya yang juga sudah ditentukan yaitu 0,3 meter.
3. Jarak Tangki Septic dari Sumur yang Ideal
Yang tidak kalah penting untuk diketahui saat membangun septic tank adalah jarak antara septic tank dan sumur. Berapa jarak yang ideal serta aman? Penempatan septic tank sendiri bisa dibangun dengan jarak horizontal yaitu lebih dari 11 meter dari sumur gali. Sumur ini menjadi sumber air bersih untuk kebutuhan air sehari-hari. Dengan demikian, sumber air tidak akan tercemar dan tetap bersih untuk digunakan dalam rumah tangga.
4. Posisi Septic Tank
Perhatikan juga posisi dari septic tank yang sedang dibangun. Anda bisa membuat tangki septic yang lebih rendah dari kloset sehingga kotoran bisa dengan mudah masuk ke dalam. Bagi tenaga profesional yang sudah berpengalaman di bidangnya akan memberikan solusi yang terbaik untuk pembuatan septic tank sesuai standar yang ada.
5. Pemilihan Lahan Pembuatan Septic Tank
Syarat pembuatan septic tank lainnya yang harus Anda perhatikan adalah memperhatikan pemilihan lahan. Misalnya, pilih lahan yang tidak berdekatan dengan benda keras atau pohon yang memiliki akar keras di dekat septic tank. Pasalnya, jika benda keras atau akar tersebut mengenai septic tank maka bisa jadi penyebab tangki septic jadi retak atau pecah.
6. Pemilihan Jenis Septic Tank yang Tepat
Seperti yang Anda ketahui bahwa jenis septic tank sangat beragam sesuai dengan kebutuhan dan juga jenis penempatannya. Ada jenis septic tank konvensional yang terbuat dari beton atau buis. Ada juga jenis septic tank bio yang terbuat dari fiberglass dengan media pengolahan limbah.
Maka dari itu, pilih jenis septic tank yang tepat. Salah satunya dari segi ukuran yang harus sesuai dengan kapasitas penghuni rumah. Pertimbangan lainnya adalah kemudahan dalam pemasangan serta cara perawatannya.
7. Memilih Septic Tank Portabel yang sudah SNI
Ada beberapa jenis septic tank. Jika pilihan Anda jatuh pada jenis septic tank portabel yang tinggal pasang maka pilih dari pabrikan yang sudah sesuai standar. Cek dan pastikan bahwa produk yang dibeli memiliki label SNI dan merupakan produk asli. Jenis tangki septic ini sendiri sudah lebih mudah Anda dapatkan dan lihat dulu reviewnya dan kualitasnya.
8. Perhatikan Jumlah Pengguna
Sebelum membangun septic tank, maka Anda juga harus perhatikan berapa jumlah orang atau anggota keluarga yang menggunakan jamban atau WC tersebut. Hal ini penting sebagai salah satu syarat pembuatan septic tank yang ideal. Dengan demikian, maka pengolahan limbah bisa efektif dan optimal untuk menghindari hal yang tidak diinginkan atau agar menghindari tangki septic cepat penuh.
Sebagai contoh, untuk pemakaian 5 orang maka panjang septic tank bisa 1,6 meter, dengan lebar 0.8 meter, dan tinggi 1,6 meter. Maka dari itu, pembangunan septic tank harus ditangan jasa atau tukang yang sudah profesional di bidangnya.
9. Penggalian Tanah
Penggalian tanah jadi langkah penting dalam pembuatan tangki septic yang bisa berfungsi sebagai peresapan. Untuk kedalamannya sendiri minimal 1,5 meter. Maka dari itu, agar lebih aman maka Anda bisa gali sedalam 2 meter khususnya untuk pembuatan tangki septic bagi gedung bertingkat.
10. Pemilihan Pipa Saluran Pembuangan
Pipa saluran pembuangan jadi bagian penting yang harus dipilih dengan cermat baik ukuran maupun kualitasnya. Pilih pipa yang tidak mudah berkarat serta kedap air. Pipa bisa jadi saluran pembuangan yang urgent serta bisa jadi saluran pembuangan gas yang dihasilkan dari pengolahan limbah di septic tank nantinya.
11. Finishing Pembangunan Tangki Septic
Pembangunan tangki septic harus memperhatikan ketebalan dinding cor agar limbah tidak merembes. Jika sudah selesai proses pengerjaannya maka Anda bisa lakukan finishing dengan menutup tangki septic. Berikan lubang bua tutup sehingga mudah dijangkau. Langkah ini juga akan memudahkan Anda ketika sewaktu-waktu membutuhkan sedot tinja saat tangki septic sudah penuh atau terjadi masalah kemampetan.
12. Pengurasan Septic Tank
Untuk septic tank yang sudah dibangun maka perlu perawtan tersendiri agar menghindari penyumbatan atau terlalu penuh sehingga penguraian kotoran kurang optimal. Anda bsia mengurasnya dengan rutin untuk mengantisipasi adanya penyumbatan.
Penyedotan atau pengurasan yang rutin ini bisa menghindari juga terjadinya ledakan yang bisa saja terjadi. Hal ini karena pengolahan limbah rumah tangga berupa tinja bisa menghasilkan gas metana. Untuk jenis septic tank dari beton, pengurasan bisa sekitar 2 tahun sekali atau tergantung frekuensi penggunaan.
13. Gunakan Jasa yang Profesional di Bidangnya
Anda bisa menggunakan layanan dari jasa terpercaya untuk membuat septic tank. Tentunya, layanan ini harus paham tentang apa saja syarat pembuatan septic tank yang tepat. Jasa seperti kontraktor bisa jadi pilihan karena mereka sudah memiliki banyak pengalaman di bidangnya.
Alternatif lainnya yang bisa membantu membangun septic tank di rumah maupun gedung bangunan adalah di jasa sedot WC profesional dan sudah tersertifikasi. Salah satunya adalah di Baraya Kembar. Tempat ini menyediakan berbagai solusi masalah saluran mampet dan WC mampet. Bahkan untuk jasa sedot lumpur dan lemak restoran juga tersedia.
Layanan lainnya yang juga banyak dibutuhkan adalah pembuatan septic tank yang sesuai standar. Ada juga perbaikan septic tank yang rusak seperti retak atau bocor. Harga layanan murah, profesional, dan tepat waktu dan tentunya sudah tersertifikasi.